Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Putin Berhasil, Pasukan Chechnya Masuk ke Eropa?!

Gambar : Nusa Daily

 Wagner Cekik NATO!! Strategi Putin Berhasil, Pasukan Chechnya Masuk ke Eropa?!

Krsis Geopolitik yang melibatkan Rusia dan NATO semakin memanas dengan munculnya laporan bahwa pasukan Chechnya telah menggantikan kelompok militer swasta Wagner, yang dikenal dekat dengan Kremlin. Fokus serangan mereka adalah ke sisi Barat Daya Ukraina, terutama kota pelabuhan Odessa. Serangan yang mematikan terhadap gudang pangan di Odessa menimbulkan kegemparan di seluruh dunia, karena stok biji-bijian sebagai sumber pangan utama dibakar dan dihujani roket oleh pasukan Rusia.

Namun, tampaknya strategi Putin lebih berani dari sekadar serangan terhadap Odessa. Rencananya adalah membuka perang baru, meskipun ini berarti melawan Artikel 5 NATO. Putin tampaknya tidak peduli dengan hal itu, karena dia tidak pernah mengubah rencananya, yang penting baginya adalah mengubah caranya. Apa yang dimaksud dengan "soft underbelly" atau "Achilles' heel" NATO?

Jawabannya terletak di wilayah antara Polandia dan Belarusia, tepatnya di wilayah Suwalki. Wilayah ini dianggap sebagai titik terlemah NATO karena menghubungkan Polandia dengan dua negara Baltik, Latvia dan Estonia. Jalan darat ini juga merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan ketiga negara Baltik dengan negara-negara NATO lainnya. Jika wilayah Suwalki diserang, ketiga negara Baltik tersebut akan terputus dari sumber daya dan bantuan NATO, menciptakan kesempatan untuk menekan mereka.

Kini, pasukan Wagner yang saat ini berada di barak militer Belarusia diduga akan menjadi bagian dari rencana Putin. Pasukan tersebut akan merebut wilayah Suwalki sebagai ancaman nyata terhadap tiga negara Baltik dan mengancam keterikatan NATO. Namun, apakah Putin akan memberikan perintah itu dalam waktu dekat?

Menghadapi perang resmi dengan NATO adalah risiko besar bagi Rusia. Artikel 5 NATO menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu anggotanya akan menyebabkan perang dengan seluruh anggota NATO. Saat ini, NATO memiliki 31 negara anggota, sehingga perdebatan dengan NATO adalah hal yang sangat serius bagi Rusia.

Di sisi lain, Rusia telah menunjukkan aksi agresifnya dengan melakukan serangan udara menggunakan roket ke gudang pangan di Odessa. Mereka juga menutup Pelabuhan Laut Hitam, mengganggu distribusi biji-bijian di seluruh dunia dan menyebabkan kenaikan harga pangan secara global. Tindakan ini menunjukkan upaya Putin untuk mengancam Eropa dan mendorong NATO untuk menghentikan bantuan militer kepada Ukraina.

Krisis ini juga menjadi perhatian bagi Indonesia, negara yang masih mengimpor beras. Di tengah krisis pangan dunia, Indonesia perlu fokus untuk mencapai kemandirian pangan. Kapan Indonesia akan mandiri dalam produksi beras dan mencapai ketergantungan minimal terhadap impor pangan? Pertanyaan ini harus menjadi prioritas untuk memastikan ketahanan pangan dan keamanan nasional Indonesia.

Dalam situasi yang rumit ini, peran diplomasi dan kerjasama internasional sangat penting. Seluruh negara harus bekerja sama untuk mencari solusi damai dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Kesadaran akan lemahnya ketahanan pangan dan langkah-langkah menuju kemandirian pangan juga harus menjadi prioritas global. Semoga dengan upaya bersama, krisis ini dapat diatasi dan dunia dapat mencapai perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan.


"Diakses dari" [https://youtu.be/X4i8SQdELxY]

Posting Komentar untuk "Strategi Putin Berhasil, Pasukan Chechnya Masuk ke Eropa?!"